Tuesday, 19 April 2016

FOKUS MENGHADAPI MASA PENSIUN

Sore tadi ngobrol santai dengan si ayah, tentang dua temannya yang dalam waktu dekat ini menghadapi masa pensiun. Si ayah cerita kalo bapak A yang memang punya segudang aktifitas diluar kerjaan kantor tampak bersemangat dan punya banyak rencana dalam menghadapi masa pensiunnya. Sedangkan bapak B memberi jawaban singkat "ya nemani cucu aja Mas".

Sunday, 17 April 2016

6 Pe-eR PSPA

9-10 April 2016, merupakan salah satu momentum perubahan kami (khususnya saya) dalam pola pengasuhan anak. Dengan dipandu Abah Ihsan di dalam Program Sekolah Pengasuhan Anak, yang dilaksanakan di Hotel Jelita Tanjung, saya dan para orangtua lainnya belajar menjadi orangtua yang shalih.

Saturday, 16 April 2016

Everything Created Twice

Everything Created Twice. Segala sesuatu dikreasi dua kali.

Lho, kok bisa? Iya. Yang pertama dalam pikiran, yang kedua dalam kenyataan.

Pesawat, dikreasikan 2 kali, yang pertama dalam pikiran penciptanya, dan yang kedua dalam kenyataan. Begitu pula rumah, gedung-gedung pencakar langit. Semakin berharga sesuatu, maka penciptaan yang pertama, yaitu perencanaan akan semakin rumit. Semakin berharga bisnis anda, akan akan melakukan perencanaan dengan sangat baik.

Lalu bagaimana dengan waktu? Anak? Apakah benar-benar berharga? Jika anda merasa waktu anda sangat berharga, tentu anda merencanakannya dengan sangat matang, agar tidak ada yang terbuang sia-sia. Anak? Seberapa berharga? Jika anda merasa bahwa anak sangat berharga, maka anda sebagai orang tua harus mengkreasikan mereka dengan perencanaan yang sangat matang.

Dan saya pribadi? Sebagai manusia yang mendapat anugerah waktu 24 jam sehari, sebagai ibu yang mendapat amanah 2 anak laki-laki. Sudahkah saya mengkreasikan, merencanakan segala sesuatunya dengan baik? Benarkan mereka sangat berharga, jika saya masih saja merencanakannya dengan asal-asalan?

#selfreminder

Friday, 15 April 2016

Payudara Besar dan Tantangan Menyusui

Duluuu, sebelum saya belajar ilmu laktasi, saya mengira bahwa hanya orang-orang yang memiliki payudara kecil yang akan memiliki masalah. Produksi ASInya sedikit. Namun setelah saya belajar ilmu laktasi, ternyata produksi ASI tidak ditentukan oleh ukuran payudara.

Dua hari ini saya mengikuti online course di ilactation, dengan materi obesity and breastfeeding, dan materi large breast in breastfeeding, ternyata orang-orang yang memiliki payudara besar pun memiliki tantangan tersendiri. Saya menyebutnya tantangan, bukan masalah, karena perlu tips dan trik tersendiri untuk mengatasinya.

Pada orang obesitas, dengan ukuran payudara yang besar, biasanya diikuti dengan diameter puting yang besar, dan puting yang pendek. Dan untuk bayi baru lahir, tentunya akan menjadi tantangan sendiri. Tantangan lainnya adalah adanya delay pada proses lactogenesis yang kedua, mencari posisi yang tepat, dan juga menyusui di tempat umum.

Delaynya lactogenesis sebanding dengan BMI. Kenaikan BMI 1 poin, lactogenesis akan mengalami delay selama 30 menit. Bagi ibu yang memiliki anak pertama, tentunya hal ini menjadi sangat menakutkan.

Mencari posisi yang tepat juga menjadi problema tersendiri, karena dengan ukuran payudara yang besar, ibu akan kesulitan melihat bayi, dan biasanya ada rasa takut jika hidung bayi tertutup oleh payudara, sehingga bayi tidak bisa bernafas. Hal ini bisa diatasi dengan mencari posisi dimana payudara ibu benar2 tertopang naik, bisa dengan berbaring, atau duduk dan disangga dengan bantal. Dan salah satu tips yang menarik buat saya adalah menyusui sambil bercermin, jadi bisa melihat posisi bayi dari cermin.

Bagaimana dengan menyusui di tempat umum? Tentu tidak mudah, karena sebagian besar payudara akan terekspos dan bagi sebagian orang hal ini merupakan sesuatu yang tabu.

Jadi ternyata, semua orang, baik payudara besar, payudara kecil, memiliki tantangannya masing-masing. Cara mengatasinya? Cari ilmu, cari dukungan, dan cari tempat berbagi. Happy breastfeeding ^_^

Wednesday, 13 April 2016

Secukupnya Saja..

Cukup. Tidak berlebihan dan tidak kekurangan.

Beberapa hari ini jadwal kegiatan saya amat penuh, dan saya mengalami kelelahan. Plus kehujanan saat berangkat kerja, yang artinya sepanjang hari saya memakai baju basah, mengakibatkan saya terserang flu.
Seperti biasa, ketika demam dan flu menyerang, saya suka sekali mengkonsumsi minuman hangat jahe + serai + gula merah.

Tenggorokan yang sakit dan semangat untuk sembuh membuat saya mengkonsumsi minuman jahe 'sedikit' berlebihan. 2 gelas dipagi hari, menemani sarapan. 1 gelas sepulang kerja dan 1 gelas menjelang tidur.

Dan akibatnya.... saya merasa kepanasan. Ketika saya tanyakan kepada suami dan anak-anak, apakah cuaca hari ini begitu panas, jawabnya tidak. Jadi saya mencurigai konsumsi minuman jahe yang terlalu banyak menyebabkan saya 'kepanasan'.

Ternyata, segala sesuatu, walaupun itu baik, ketika berlebihan menjadi tidak baik lagi. Jadi, apapun itu, secukupnya saja..