Monday, 24 July 2017

Berapa Harga Korek Apinya Bu?

Duo Binar beberapa hari ini lagi senang bermain api. Mencoba membakar berbagai macam benda, membuat roket, kabut asap, dan lain sebagainya.

Kebetulan, sore hari ini, korek api di rumah habis. Adek langsung mengambil sepeda dan berangka ke warung untuk membeli korek api.

Setelah puas bermain api, dan saya ajak untuk membersihkan diri, dengan wajah penasaran, Adek bertanya, "Bu, sebetulnya harga korek apinya itu berapa sih?"

"Lho, tadi kata Adek 2000 dapat 3."

"Ya kalo itu, aku tahu. Tapi jadinya satunya berapa?"

Awalnya saya berusaha menjelaskan berkali-kali dengan bantuan jari tangan, tapi tidak berhasil juga. Adek tetap belum mengerti. Akhirnya saya mensimulasikannya menggunakan batang korek api yang ada. Satu batang korek api dianggap 100 rupiah.

Dan ketika sisa 2 batang korek api, si Adek bertanya lagi, "nah ini gimana Bu membaginya?"

"Saya jelaskan bahwa orang yang jualan, perlu mengambil untung. Mungkin 2 korek api yang berarti nilainya 200 rupiah adalah keuntungan si pedagang.

#ILoveMath
#MathAroundUs
#KuliahBunSayIIP
#Level6
#day4

Sunday, 23 July 2017

Menghitung Harga Burung Merpati

"Ibuuuu, tau ga, Pakde Surono jual burung juga lho," teriaknya ketika masuk ke rumah sepulang bermain.

"Waaah, burung apa?" tanya saya.

"Burung merpati, ada 6 semuanya."

"Banyaknyaaaaa, harganya berapa?"

"Kata Pakde, satunya 150 ribu," jawab si Mas.

"Kami nanti mau beli, patungan juga sama Ismail," lanjut si Adek.

"Wuih, emang mau beli burung merpati berapa banyak?"

"Kalo beli dua kan berarti 300 ribu ya. Trus kalo dibagi 3 kan berarti satu orang bayarnya 100 ribu aja."

"Trus burungnya kan cuma dua, gimana membaginya?" lanjut saya.

"Bintang sama Arsya aja yang pelihara," jawab Ismail, teman akrabnya.

"Oh gitu, boleh-boleh. Eh tapi, Pakde Surono punya 6 burung merpati, harga satunya 150 ribu, jadi kalo 6 dijual semua, uang yang diterima Pakde Surono jadi berapa?" tanya saya lebih lanjut.

Mereka pun kemudian menunjukkan ekspresi berpikir...

Hmmmm, lucu.

#ILoveMath
#MathAroundUs
#KuliahBunSayIIP
#Level6
#day3

Saturday, 22 July 2017

Menghitung Dosis Obat

Menjelang Maghrib, si Mas mengeluh pusing. Ketika saya raba dahinya, memang sedikit demam. Saya ajak dia istirahat dan mengusahakannya agar cukup minum air.

Setelah sholat Isya, dia mengeluh tambah pusing, disertai bersin-bersin. Hmmm, sepertinya terserah flu. Saya tawari untuk minum obat pengurang sakit, dan dia mau. Sekalianlah saya ajak dia untuk menghitung dosis obat yang dia perlukan.

"Oh, jadi gitu ya Bu? Jadi aku kalo minum obat harus 10 ml?" tanyanya lebih lanjut.

"Engga sih Mas, tergantung obatnya juga, karena dosisnya kan beda-beda," jawab saya.

"Sekarang sudah siap tidur?" lanjut saya.

"Siap, tapi bacain buku dulu," serunya.

#MathAroundUs
#ILoveMath
#KuliahBunSayIIP
#Level6
#day2

Thursday, 20 July 2017

Belajar Pecahan Bersama Telur Dadar

Ihhh, tugas dari kuliah bunda sayang yang ke enam ini, bikin saya baper. Serius. Soalnya si Mas sudah memproklamirkan diri kalau dia ga suka matematika. Nah lhoooo...

Padahal, dari materi yang saya dapat dari kuiah bunda sayang ini, matematika itu seru, dan ada di kehidupan sehari-hari. Setelah melihat beberapa contoh, kali ini saya memutuskan bahwa dalam tantangan kali ini, saya harus sukses membuat si Mas jatuh cinta dengan matematika.

Hari ini, hari pertama tantangan berjalan, kebetulan saya bikin sarapan dengan telur dadar. Saya mengajak si Mas untuk memotongnya, dan kami belajar pecahan. Belum berharap banyak agar dia bisa mengerti, tapi yang jelas dia tampak 'happy'.

#MathAroundUs
#ILoveMath
#KuliahBunSayIIP
#Tantangan10Hari
#Level6
#day1

Rindu

Hai,
Tahu ga sih
Aku merindukanmu

Lama tak berjumpa
Lama tak bercerita

Yaaaa, aku merindukanmu
Dan kali ini, aku memberanikan diri
Untuk bersua denganmu

#KangenNulis
#BlogGaDiintip