Sunday, 19 August 2018
Siap Berubah, Siap Berkarya
Sunday, 10 June 2018
Sampahmu Tanggungjawabmu
Beberapa waktu ini, entah kenapa saya tertarik sekali untuk mengulik masalah sampah. Ketika saya berselancar di dunia maya, khususnya di instagram, saya menemukan banyak orang yang juga concern terhadap sampah ini. Rupanya, masalah sampah ini sudah menjadi masalah di seluruh permukaan bumi. Ternyata tidak hanya masyarakat kelas pinggiran dan ekonomi menengah ke bawah yang berperan dalam masalah sampah, tapi hampir semua kalangan. Saat ini, merelalah yang tampaknya terkena dampaknya, padahal sebenarnya yang terkena dampak adalah semua makhluk hidup yang tinggal di bumi.
Saat saya mengintip sebuah akun instagram, ada seorang wanita yang menghasilkan sampah, ketika dikumpulkan, jumlah lnya hanyalah sebesar 1 toples kaca kecil. MasyaAllah. Sungguh hebat. Dan inilah yang menjadikan saya lebih semangat. Jika dia bisa, kenapa saya tidak?
Masalah sampah ini bermula karena budaya yang ingin instan dan serba cepat, sehingga banyak yang tidak mau sedikit berusaha untuk mengurangi. Yup mengurangi. Jika kita bisa menolak dan mengurangi penyebab sampah, kenapa tidak? Karena sesungguhnya, saat kita membuang sampah, kita tidak benar-benar membuangnya, tapi memindahkannya. Memindahkan dari rumah kita menuju tempat pembuangan akhir.
Apa saja sih, yang sudah saya dan keluarga OmahSemut lakukan dalam hal sampah ini?
Membawa tas kain kemana saja, sebagai salah satu usaha memgurangi kantong plastik.
Berani menolak kantong plastik saat belanja, dengan menyodorkan toples atau kantong yang kita bawa dari rumah.
Untuk sampah plastik yang memang tidak bisa kami hindari, karena ada beberapa yang sudah dikemas dalam kantomg plastik, kami berusaha membuat ecobrick. Walaupun ecobrick ini kami baru membuatnya 3 hari ini, saya sungguh terkejut, karena satu botol 600ml dapat menampung begitu banyak sampah plastik.
Membawa botol minum kemana aja. Untuk hal ini, yang masih jadi pe-er besar buat saya adalah mengajak si suami tercinta. Entah karena apa, si ayah belum tertarik menggunakan botol isi ulang ini. Huhuhuhu….
Sampah plastik yang benar-benar menuju tempat pembuangan, berkurang cukup banyak. Dalam 1 minggu, kira-kira saya membuang sampah plastik sebanyak 1 kantong kresek hitam ukuran sedang. Alhamdulillah. Pengennya sih bisa berkurang lagi.
Sampah organik, saya masukkan ke dalam komposter. Alhamdulillah saya memiliki dua buah komposter, yaitu dari tong biru dan satunya adalah compost bag. Yang kompost bag ini baru 2 minggu saya gunakan. Semoga bisa berjalan dengan baik.
Untuk biopori, walaupun saya punya bor nya, dan sempat membuat lubang biopori sekita 3 tahun yang lalu, tapi saat ini lagi terhenti. Karena tanah di rumah yang cukup liat, sehingga sulit untuk dilubangi.
Menanam beberapa sayuran dengan metode hidroponik.
Mengolah minyak jelantah menjadi sabun, yang bisa digunakan untuk mencuci baju, lap atau piring. Dalam hal memanfaatkan minyak jelantah ini, saya menemukan akun IG jelantah4change, yang kegiatannya adalah menampung donasi jelantah. Saya sih berharap ke depannya, saya juga bisa menjadi relawan dalam hal menampung jelantah, dimana sebagiannya saya buat menjadi sabun, dan yang lain disetorkan untuk diolah menjadi biodiesel, walaupun untuk sabunnya, saya masih harus banyak belajar agar atoma jelantahnya bemar-benar hilang atau tersamarkan.
Itulah beberapa kegiatan kami, keluarga OmahhSemut dalam rangka belajar zero waste, untuk menjaga kelestarian bumi. Bentuk tanggungjawab kami sebagai makhluk hidup yang bertempat tinggal di bumi. Karena sampahmu adalah tanggungjawabmu.
Sunday, 27 May 2018
MENJADI PAHLAWAN LINGKUNGAN
Sunday, 20 May 2018
TREASURE HUNT DI RAMADAN SERU
Monday, 7 May 2018
Mencoba Menstrual Cup
Thursday, 29 March 2018
Horeee, Aku Kuat Puasa
Hari ini, ada kegiatan berbuka bersama di sekolah si Mas, yang diikuti oleh kelas 4, 5 dan 6.
Kami memulai kegiatan ini dengan sahur bersama di rumah. Mas memilih sahur dengan sate ayam.
Sepulang sekolah, saat saya jemput, dia tersenyum simpul. Aku masih tahan lho, katanya. Setelah istirahata beberapa saat di rumah, Mas kembali bersiap-siap untuk berangkat berbuka bersama.
Di jalan, sambil ngobrol, kami berdiskusi mengenai puasa, manfaatnya dan keajaiban saluran pencernaan.
#FitrahKeimanan
#GriyaPortofolioAnak
Wednesday, 28 March 2018
Belajar Bersyukur
Obrolan menjelang tidur.
"Hari ini ngapain aja Mas? Ada yang seru?" tanya saya.
"Engga banyak Bu. Yang seru cuma matematika sama berenang aja."
"Wah, iya? Bulutangkisnya gimana?"
"Engga jadi, soalnya hujan," jawabnya.
"Hmmm, kira-kira, apalagi yang bikin asyik hari ini?" tanya saya lebih lanjut.
"Ga ada," jawab si Mas.
"Serius?"
"Iya."
"Beli sate sama ayah, asyik ga?"
"Badan sehat trus bisa berenang seru ga?
"Bisa ngobrol bareng ibu, seru?"
"Iyaaaa," jawabnya sambil tersenyum lebar.
"Wah, ternyata banyak ya yang bisa dan harus kita syukuri. Mas tahu ga, kalau kita banyak bersyukur, Allah akan menambah nikmat yang diberikan ke kita lho."
***
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat."
QS Ibrahim : 7
***
Obrolan malam ini, saya tutup dengan mengucap hamdalah bersama si Mas.
#GriyaPortofolioAnak
#FitrahKeimanan
Tuesday, 27 March 2018
Tentang Buncis, Jojo dan Gembul
Si Mas lagi asyik main sama kucing-kucing di halaman rumah. Ada Buncis, si mungil hitam putih, Jojo si kuning berekor panjang, dan Gembul yang sedang hamil. Buncis yang aktif, Jojo yang lemah lembut dan Gembul yang lucu.
"Ternyata, kucing itu kaya manusia ya Mas."
"Apanya Bu?"
"Berbeda-beda, warna kulitnya, sifatnya, yang lain-lain juga."
"Iyalah, kalo sama semua kan nanti kita bingung manggilnya."
"Alhamdulillah ya, Allah kasih rejeki bermacam-macam hewan, tumbuhan, biar kita ga bosan."
Si Mas pun lari, karena di kejar Buncis 🤣.
#GriyaPortofolioAnak
#FitrahKeimanan
Monday, 26 March 2018
Menjenguk Teman Sakit
Ahad, 25 Maret 2018.
Ba'da ashar, saya dan beberapa orangtua murid sekelas Adik berencana untuk berkunjung ke rumah salah satu wali murid yang sedang sakit. Tapi ternyata hujan deras mengguyur kota Tanjung mulai pagi hari. Namun tidak menyurutkan semangat para bunda untuk mendulang pahala.
Rencana awal, kami akan diantar Ayah, tapi setelah diskusi kecil, saya dan Adik akan berangkat berdua sambil menjemput beberapa orang yang ingin ikut serta. Sesampai di rumah teman yang dituju, kami ngobrol-ngobrol tentang penyakitnya serta memberi semangat. Cukup mengejutkan bahwa penyakit yang diderita si bunda ternyata Kanker Ovarium, harus dioperasi dan menjalani kemoterapi.
Sepulang dari rumah teman dan mengantar pulang penumpang lain, sepanjang jalan saya ngobrol berdua sama Adik. Mengingatkan bahwa salah satu hak sesama muslim adalah menjenguk dan mendo'akan jika sakit. Hal lain yang kami perbincangkan adalah mensyukuri nikmat sehat yang telah Allah berikan kepada kami. Adik dan saya berjanji untuk selalu berusaha menjaga kesehatan, agar kami bisa tetap sehat dan bermanfaat.
#FitrahKeimanan
#GriyaPortofolioAnak
Saturday, 24 March 2018
Ruang untuk Bakat Dominan dan Peran Dominan
Thursday, 22 March 2018
Keluarga Omah Semut
Melanjutkan kegiatan Workshop Family Strategic Planning di akhir Januari 2018 di Banjarmasin yang dipandu oleh Pak Dodik dan Bu Septi, kami memantapkan diri menjadi Keluarga Omah Semut.
Hihihi, sebetulnya nama ini ditemukan secara tidak sengaja. Dalam perjalanan pulang ke Tanjung, kami mencari nama yang pas untuk nama keluarga, dan tiba-tiba si Ayah nyeletuk, gimana kalo OMAH SEMUT? Dan serentaklah kami menyahut setuju.
Friday, 16 March 2018
Siapakah Saya?
Materi yang pertama adalah mengenai Talent Mapping, yang diberikan oleh Abah Rama Royani, founder Talent Mapping. Kuliah ini diberikan via fb, karena ternyata peminatnya banyak sekali. Sayangnya, saya ga bisa mengikutinya secara live karena kendala sinyal. Nah yuk kita review lagi materi yang telah diberikan oleh Abah Rama.
Sukses, ternyata maknanya sangat dalam, bukan kaya, bukan jabatan, tapi memberikan kebermanfaatan. Semakin seseorang bermanfaat bagi banyak orang, maka semakin sukseslah dia. Dan dalam mencari kesuksesan, ada dua hal yang diperlukan, yaitu jalan dan cara. Jalan sukses adalah bakat, dan cara sukses adalah kerja keras. Jalan benar walaupun caranya salah, tetap akan bisa sampai meskipun lama. Tapi jika jalannya salah walaupun caranya benar, maka tidak akan pernah sampai ke tujuan. Di kuliah inilah kita belajar mencari jalan sukses.
Lalu bagaimana cara mencari jalan yang benar ini? Menurut Abah Rama, ada 2 cara agar kita bisa menemukan jalan yang benar, yaitu :
1. Berdo'a dan terus berdo'a
Do'a ini, bagi yang muslim, ada di dalam QS Al-Fatihah yang kita baca minimal 17x sehari. Ihdinasshirotholmustaqim. Tunjukkanlah kami jalan yang lurus.
2. Mengenali fitur unik dalam diri kita masing-masing.
Fitur unik dalam diri kita ini ada 2 macam, yaitu
1. Keistimewaan fisik/pancaindera yang bisa dimanfaatkan untuk produktifitas.
2. Personality yang bisa dimanfaatkan untuk produktifitas.
Dan, untuk mendalami materi ini, tugas kami, para peserta, adalah mengenali fitur unik kami masing-masing.
Jadi, inilah saya...
Tuesday, 13 March 2018
Berani Jujur
Hari ini, kegiatan yang kami lakukan tidak sesuai jadwal. Kami sampai di rumah sudah menjelang ashar. Jadi sambil istirahat dan guling-guling di karpet, kami bercerita dan ngobrol kesana kemari.
Si Mas cerita kalau jumlah bintang di kelompoknya berkurang banyak. Ketika saya tanya kenapa, ternyata salah satu temannya berbuat tidak jujur saat mengerjakan ulangan.
Si Adik pun menimpali dan bercerita, kalau temannya saat ulangan hari ini juga ketahuan mencontek.
Saya tanyalah mereka, bagaimana pendapat mereka berdua tentang kejadian tersebut. Serentak bilang, kalo aku enggaaaa.
Hahaha, saya pun tertawa. Ya iya lah, kan ibu ga menuduh. Ibu percaya kalau Mas dan Adik adalah anak-anak yang jujur. Tapi menurut Mas dan Adik, gimana mencontek itu?
Ya ga boleh laaaaah....
Kemudian kami berdiskusi mengenai Allah yang Maha Melihat, malaikat yang mencatat amal, dan juga kebarokahan ilmu yang dimiliki. Mudah-mudahan diskusi kecil kami sore ini, bermanfaat, dan bisa menjadi salah satu bekal mereka untuk senantiasa berbuat jujur dalam hidupnya nanti. Aamiin...
Saturday, 10 March 2018
Jalan-jalan ke Pangelak Upau
Sabtu, 10 Maret 2018.
Setelah ikut S3, kegiatan Ayah tiap Sabtu, Duo Binar memutuskan untuk ikut menemani saya ke Puskesmas, lalu dilanjutkan ke desa Pangelak Kecamatan Upau.
Ada apakah di sana?
Hari ini, ada kelas inspirasi - dengan tagline Himung Ma'ajar, yang tersebar di 5 SD di 5 desa Kecamatan Upau.
Berhubung orantua teman dekat Duo Binar, dapat tempat di SD Pangelak, maka kami memutuskan untuk ikut melihat kegiatan di sana.
Ternyata seru. Ada 13 profesi yang masuk ke kelas-kelas untuk menceritakan serunya memiliki profesi tersebut. Selain menambah wawasan anak-anak, kegiatan ini menjadi salah satu cara untuk keluar dari rutinitas belajar yang menurut saya cenderung monoton.
Anak-anaknya? Tampak gembira sekali...
Duo Binar, ikut menyaksikan beberapa saat beberapa profesi tampil. Dalam perjalanan pulang, si Mas tetap kekeh dengan ingin jadi ilmuwan, sedangkan si Adik ingin jadi presiden.
Hmm, apapaun itu, semoga barakah dan bisa menyebarkan manfaat. Aamiiin...
Friday, 9 March 2018
Sholat Tahajud Yuk Bu
Pagi tadi, si Mas bangun dan mendadak bertanya. Bu, ini masih bisa kah sholat tahajud?
Saya yang tadi malam begadang mengerjakan laporan hingga jam 1, menjawabnya sambil ngantuk-ngantuk. Kayaknya iya Mas, belum dengar adzan.
Yuk Bu, kita sholat tahajud. Deg, rasanya maluuuu, langsung deh saya bangun dan segera menuju kamar mandi.
Setelah tahajud, si Mas segera mandi dan persiapan sholat subuh ke Masjid bersama Ayah. Sepulang dari masjid, dia langsung bikin nasi goreng untuk sarapan. MasyaAllah...
Alhamdulillah, pagi ini, saya sempat berkegiatan bersama mereka, menyiapkan bekal bersama-sama sambil ngobrol tentang kegiatan mereka kemarin di sekolah. Si Mas tampak semangat sekali berangkat sekolah.
Tak lupa saya selipkan tentang 3 bekal yang akan kita bawa saat kita meninggal nanti, ilmu yang diamalkan, sedekah, dan do'a anak sholeh. Semoga perbincangan kami di pagi hari tadi dapat menjadi pengingat bagi saya dan keluarga untuk selalu berbahagia dan menebar manfaat untuk sesama.
#GriyaPortofolioAnak
#JurnalSyukur
#NgobrolAsyik
Thursday, 8 March 2018
Aku Mau Jadi Presiden
Kamis, 8 Maret 2018
Pagi tadi si Adik mendadak demam dan muntah. Jadilah kami putuskan untuk tidak masuk sekolah dan ikut saya ke puskesmas.
Sesampai di puskesmas, Adik saya minta istirahat di ruangan saya, kebetulan ada sofa yang bisa dipakai untuk tidur-tiduran, dan saya mulai beraktifitas.
Saat saya sudah agak longgar, saya menengok Adik di ruangan, dan dia sedang pegang kalender 2018 dengan gambar-gambar tujuan wisata di berbagai daerah di Indonesia.
Aku mau ke sini, ke sini, ke sini, ...
Ada 11 bu. Yang satu ini aku ga mau. Setelah saya amati, ternyata gambar Candi Borobudur. Saya pun penasaran dan bertanya kenapa dia tidak mau. Ternyata jawabannya simpel. Ga ada airnya Bu, kita ga bisa main air di sana. Cuma lihat-lihat aja.
Okeee, noted. Memang sepertinya bagi anak-anak, bermain air itu sangat menyenangkan.
Setelah selesai ngobrol masalah wisata. Tiba-tiba dia bertanya mengenai foto-foto yang ada di ruangan. Lalu bilang, aku nanti pas kelas 3 ganti nama ya Bu. Saya tanya, mau ganti nama apa? Jokowi jawabnya. Kenapa? Lanjut saya. Karena Jokowi terkenal. Aku juga mau terkenal. Konyol banget ya 😂😂😂.
Kemudian saya ajak dia berdiskusi. Ehm Adik tahu kan Jokowi itu siapa? Presiden jawabnya. Nah, Jokowi terkenal karena dia jadi presiden. Kalo dia sudah ga jadi presiden, kira-kira terkenal ga? Oh iya ya Bu. Bisa engga lagi. Ya sudah, aku ga usah ganti nama deh. Aku mau jadi presiden aja.
#Ngobrol
#Arsya
#GriyaPortofolioAnak
Wednesday, 7 March 2018
Memasak Calamari
Mau dimasak apa nih? tanya saya?
Digoremg aja Bu, pakai tepung, sahut mereka berdua.
Oke, mari kita siapkan bahannya. Apa aja?
Telur, sama tepung bumbu aja, kata si Mas.
Sip. Siapin ya, ibu bagian nyuci cuminya.
Tak lama kemudian, kami bertiga sibuk di dapur untuk membuat calamari.
Si Mas dan si adik sama-sama mau melapisi cuminya dengan tepung dan ingin menggoreng. Akhirnya cumi yang sudah saya potong saya bagi dua sama banyak. Biarkan mereka memasak sendiri-sendiri. Saya hanya menemani di samping mereka dan mengawasinya.
Tuesday, 6 March 2018
Swimming Time
Sudah satu bulan ini, Duo Binar memutuskan untuk mengikuti les berenang. Kebetulan jadwal les berenangnya 2x seminggu, setiap hari Senin dan Rabu pukul 16.30. Pas sepulang sekolah.
Hari ini adalah pertemuan ke-8 Duo Binar. Alhamdulillahnya, saya sempat menemani mereka les berenang. Pada pertemuan ke-8 ini, si Mas belajar bernafas pada gaya dada, setelah gerakan kaki dan tangannya lancar. Si Adik, masih harus berusaha memperbaiki gerakan kakinya, karena masih belum pas.
Yang jelas, mereka sudah bisa dan berani masuk ke kolam dalam. Pencapaian terbesar Adik adalah berani memasukkan kepala ke dalam air. Horeeee...
Kenapa memilih berenang? Salah satunya adalah karena berenang adalah olahraga yang dianjurkan oleh Rasulullah. Selain itu, bagi saya berenang adalah salah satu cara live saving. Pertahanan hidup.
Beberapa waktu yang lalu, mereka sempat ikut les memanah, namun sepertinya bukan jiwa mereka. Karena yang diperlukan adalah konsentrasi dan fokus. Sedangkan Duo Binar senang sekali bergerak kesana kemari.
Tapi, apapun pilihan mereka, selama tidak menyalahi aturan dan melanggar Core Value keluarga kami, it's OK. Lanjutkan...
#MembersamaiAnak
#GriyaPortofolioAnak
Sunday, 4 March 2018
Bersama Mencuci Gelas
Saya, yang kali ini dapat bagian di dapur, memilih untuk bertugas di bagian cuci piring sendok dan gelas. Bukan karena apa-apa sih. Saya kurang terampil dan berkompeten di bidang makanan. Mulai memasak hingga menyajikan. Dari pada kenapa-kenapa, saya pilih amannya aja.
Seperti biasa, anak-anak dalam keramaian dan ketika emak sedang sibuk sendiri, mereka pun akhirnya mengalami kebosanan. Si Mas yang awalnya bantu-bantu menyiapkan es buah sudah mulai kelihatan bete. Si Adik yang hobi berkeliling, sudah datang dengan badan basah oleh keringat. Aku capek katanya.
Saya ajak mereka duduk untuk istirahat sambil menikmati segelas es buah segar. Setelah recharging dengan es buah, mereka tampak segar, tapi masih merasa bosan. Akhirnya saya tawarinlah mereka untuk membantu saya mencuci gelas. Tak perlu waktu lama, mereka segera berkecimpung dengan gelas dan air. tak lama kemudian, 3 orang temannya pun ikutan gabung.
Si Mas yang teliti dan telaten, bertugas untuk mencuci dan membersihkan sisa es buah di gelas pun melakukanya dengan senang. Dia bisa tertawa geli krtika melihat gelas dan sendok dengan bekas lipstik yang menempel.
Si Adik, tampak sangat bertanggung jawab sekali. Ketika sedang ramai-ramainya tamu, sambil sesekali minum, dia cepat tanggap untuk menyambut ketika setumpuk gelas datang.
Hari ini, walaupun lelah, kami banyak belajar. Belajar ringan tangan, belajar bekerja sama, beajar bertanggung jawab, dan yang penting lagi, kami belajar bekerja dengan gembira.
#Day21
#GriyaPortofolioAnak
Saturday, 3 March 2018
Pillow Talk, GPA Day 20
Mari, lanjutkan ngobrolnya...
Hari ini, kegiatan kami berdua cukup menyita waktu. Akhirnya malam ini, kami berdiskusi masalah manajemen waktu kami berdua, yang cukup keteteran akhir-akhir ini.
Sejak kegiatan ranah publik saya meningkat, karena dapat amanah baru, maka otomatis kegiatan di ranah domestik saya yang bisa didelegasikan harus segera didelegasikan.
#Day20
#GriyaPortofolioAnak